26 Juni 2018

Gatot Subroto

Beliau lahir di Banyumas 10 Oktober 1909. Ia dikenal sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia. Sejak anak-anak sudah menunjukkan watak seorang pemimpin. Dia memiliki keberanian, ketegasan, tanggung jawab, dan berpantang akan kesewenangan. Pengalaman tidak manis pernah dialaminya ketika masih bersekolah di Europeesche Lagere School (ELS). Karena berkelahi dengan seorang anak Belanda, dia akhirnya dikeluarkan dari sekolah tersebut. Kasus itu sudah cukup menunjukkan bahwa sejak kecil dirinya sudah memiliki sifat pemberani dan tegas. Di kala orang tidak ada yang berani menantang anak-anak Belanda yang merasa lebih tinggi derajatnya dari kaum pribumi, Gatot Subroto dengan tanpa gentar sedikitpun maju menantang. Gatot Subroto meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 11 Juni 1962, pada usia...
Selengkapnya
26 Juni 2018

Ignatius Slamet Riyadi

Salah satu Pahlawan Nasional Republik Indonesia, Ignatius Slamet Riyadi dilahirkan pada tanggal 26 Juli 1927 di Solo, Jawa Tengah, Indonesia. Dia merupakan anggota TNI yang telah menjabat hingga sebagai Brigadir Jenderal (Anumerta). Dia lah yang memelopori terbentuknya Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Slamet Riyadi menimba ilmu di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) pada tahun 1940 dan kemudian ke MULO Afd B. Setelah selesai, dia lanjut mengenyam pendidikan di Pendidikan Sekolah Pelayaran Tinggi (SPT) hingga meraih sebuah ijazah navigasi laut setelah menjadi lulusan peringkat pertama dengan nilai terbaik. Atas prestasi yang berhasil ia torehkan, Slamet Riyadi kemudian menjadi navigator kapal kayu yang berlayar antar pulau di Nusantara. Ketika pasukan Jepang yang berniat menginvasi...
Selengkapnya
26 Juni 2018

Jatikusumo (Harjo Djatikoesoemo)

Goesti Pangeran Harjo Djatikoesoemo (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 1 Juli 1917 - meninggal di Jakarta, 4 Juli 1992 pada umur 75 tahun) adalah mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat yang pertama (1948-1949) dan mantan Duta Besar RI untuk Singapura (1958-1960). Djatikoesoemo adalah putra bangsa yang berdarah keraton, terlahir sebagai putra ke-23 dari Susuhunan Pakubuwono X. Jenazahnya dimakamkan di kompleks makam Imogiri, Bantul, YogyakartaPahlawan Nasional di Jawa Tengah
Selengkapnya
26 Juni 2018

Ki Sarmidi Mangunsarkoro

Ki Mangunsarkoro atau Sarmidi Mangunsarkoro (lahir 23 Mei 1904 - meninggal 8 Juni 1957 pada umur 53 tahun) adalah pejuang di bidang pendidikan nasional, ia dipercaya menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1949 hingga tahun 1950. Ki Sarmidi Mangunsarkoro lahir 23 Mei 1904 di Surakarta. Ia dibesarkan di lingkungan keluarga pegawai Keraton Surakarta. Pengabdian Ki Sarmidi Mangunsarkoro kepada masyarakat, diawali setelah ia lulus dariSekolah Guru "Arjuna" Jakarta langsung diangkat menjadi guru HIS Tamansiswa Yogyakarta. Kemudian pada Th 1929 Ki Sarmidi Mangunsarkoro diangkat menjadi Kepala Sekolah HIS Budi Utomo Jakarta. Satu tahun kemudian, atas permintaan penduduk Kemayoran dan restu Ki Hadjar Dewantara, ia mendirikan Perguruan Tamansiswa di Jakarta. Perguruan...
Selengkapnya
26 Juni 2018

Mayjen TKR HR Mohammad Mangoendiprojo

Mayjen TKR HR Mohammad Mangoendiprojo adalah salah satu dari keempat pahlawan nasionalyang diberikan gelarnya oleh Presiden Joko Widodopada 7 November 2014 bersama dengan Djamin Ginting, Sukarni Kartodiwirjo, dan Abdul Wahab Hasbullah. Dia dinilai telah berjasa dalam peristiwa revolusi. Dia mendesak panglima Jepang menyerahkan senjata dan menguasai objek vital 45. Mayor Jenderal HR Muhammad Mangundiprojo adalah Pimpinan Tentara Keamanan Rakyat (atau biasa disingkat dengan TKR) adalah sebuah nama angkatan perang pertama yang dibentuk oleh Pemerintah Indonesia, setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. TKR dibentuk pada tanggal 5 Oktober 1945 berdasarkan maklumat yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. TKR dibentuk dari hasil peningkatan fungsi Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang...
Selengkapnya
26 Juni 2018

MGR Albertus Soegijapranata

MGR Albertus Soegijapranata lahir dengan nama Soegija di Surakarta, 25 November 1896. Ia merupakan orang Indonesia pertama yang diangkat menjadi Uskup Agung setelah sebelumnya dinobatkan menjadi Vikaris Apostolik Semarang. Ketika zaman pendudukan Jepang di Indonesia, bersama MGR Willekens, SJ ia menghadap ke penguasa Jepang supaya Rumah Sakit St. Carolus dapat terus beroperasi. Selain sebagai biarawan, Soegijapranata adalah seorang pengajar ilmu pasti, Bahasa Jawa, dan Agama di Kolose Xaverius Muntilan. Soegija dibesarkan dalam keluarga Kejawen yang merupakan abdi dalem Keraton Surakarta. Ia mendapatkan nama Albertus Magnus setelah prosesi pembaptisan yang dilakukan oleh Pastor Meltens, SJ ketika ia bersekolah di Kolose Xaverius. Setelah menamatkan sekolahnya, ia berkeinginan untuk menjadi...
Selengkapnya