BPAD Yogyakarta

Singapore : The Fine City, Fine Library

 Opini  22 April 2014  Super Administrator  3011

Singapore: The Fine city demikian semboyan negara dengan julukan negeri singa itu, dan memang benar, menjejakkan kaki untuk pertama kalinya ke negeri tetangga tersebut hal pertama yang terasa adalah kebersihan dan keteraturannya di banyak hal  termasuk infrastuktur misal jalan dan gedung yang begitu tertata tanpa kesemrawutan. Selain infra struktur warga Singapura terkenal  dengan kedisiplinanya termasuk disiplin dalan mengantri. Tanpa bermaksud merendahkan masyarakat sendiri ada banyak hal yang bisa dicontoh dari negeri tetangga misal pembangunan sarana transportasi yang termanajemeni dengan baik seperti MRT (Mass Rail Transportation) yang dibangun di bawah tanah sehingga jalan-jalan tidak penuh sesak dengan kendaraan layaknya di Indonesia. Pembangunan jaringan listrik-telepon juga dibawah tanah sehingga tidak tampak kabel-kabel bersliweran menggantung di udara. Pada suatu ruas jalan bawah tanah, informasi dari tour leader bahwa sisi luar jalan dibangun suatu bunker sebagai tempat evakuasi apabila terjadi bencana dilengkapi dengan persediaan makanan dan minuman instan untuk 2 bulan bagi warganya Apabila persediaan tersebut tidak terpakai dan mendekati masa kadaluwarsa  maka makanan dan minuman  tersebut akan dijual dengan harga yang murah dan diganti dengan persediaan yang baru.....wuih..wuih---sungguh upaya mitigasi bencana yang sempurna. Berkaitan dengan kedisiplinan warga tampaknya dibangun dengan pelaksanaan peraturan yang bersanksi tegas. Seperti diketahui  banyak sekali larangan bagi warganya berkaitan dengan kebersihan antara lain, dilarang buang sampah sembarangan, dilarang merokok, tidak boleh membuang permen karet, meludah sembarangan, kencing sembarangan dll, semua larangan diikuti dengan dengan denda bagi yang melanggarnya dengan kisaran 500 sampai dengan 1000 dollar dan ternayata berhasil sejauh mata memandang tidak ada sampah berserakan apalagi bau pesing hi...hi....hi...kok bisa ya para warganya patuh tuh tuh tuh...

Dan ternyata tidak hanya MRT nya yang keren, perpustakaan Nasionalnya juga bagus, keren, two thumbs up....National Library Singapore/ Perpustakaan Negara Singapura. Sesuai dengan informasi yang disampaikan melalui board besar, Bangunan/ Gedung Perpustakaan Negara Singapura dibagi menjadi :

L.14.    Corporate Office

L.7-13  Lee Kong Chian Reference Library

L.13     Rare Materials Collection

L.11     Singapore and Southeast Asia

L.10     National Library Galery

L.9       Chinese, Malay and tamil Resources

L.8       Arts, Social Sciences and Humanities

L.7       Bussiness, Science and Technology

L.5       Imagination Room, Possibility Room, Study Lounge

L.3       Drama Centerbox Office

L.1       The Plaza

B.1       Central Public Library

Memasuki ruang central public library/ perpustakaan awam, decak kagum tiada habisnya melihat kerapihan, keteraturan diruangan tersebut, berlapis karpet tebal dan tata cahaya yang tepat membuat ruangan ini hening cocok untuk belajar. Buku-buku tertata rapi dan  secara periodik petugas melakukan penataan/shelving dengan cekatan. Meja baca didesain dengan inovatif.mempercantik ruangan. Hal lain yang menarik adalah adanya ruangan khusus untuk koleksi anak yang didesain begitu nyamannya serta perabot yang memungkinkan anak dengan perkembangan motoriknya bergerak secara leluasa. Bangunan unik tersebut dinamakan My Tree House (World 1 st Green Library for Kids). Sesuai namanya desain ruangan dari pintu masuk dan ruangan dalam didominasi warna hijau dan kuning dengan ornamen-ornamen berbentuk pohon, dengan pencahayaan yang tepat dijamin anak-anak akan betah berlama-lama membaca diruangan ini. Ada suatu bagian ruangan yang didesain layaknya rumah pohon lengkap dengan tangga buatan dan jika didalamnya seolah-olah membaca diatas pohon..asyiknya……

Selain buku-buku yang disediakan untuk dibaca/ pinjam juga dilakukan kegiatan mendongeng/ story telling pada waktu tertentu sesuai jadwal yang ditetapkan. Kursi warna warni juga menjadi pelengkap ruangan ada juga kursi yang ditata melingkar plus bangkunya yang dapat dipakai untuk diskusi/membaca berkelompok. Perpustakaan juga menyediakan fasilitas bookdrop yang dapat dimanfaatkan selama 24 jam. Tanpa bermaksud merendahkan pencapaian perpustakaan-perpustakaan di Indonesia ada banyak hal yang mungkin bisa diadaptasi, kreativitas dan inovasi pemikiran-pemikiran dalam pengembangan perpustakaan untuk mewujudkan cita-cita mulia ikut mencerdaskan kehidupan bangsa

Opini Lainnya

PENGEMBANGAN POTENSI DIRI PUSTAKAWAN MELALUI KETRAMPILAN KOMUNIK PENGEMBANGAN POTENSI DIRI PUSTAKAWAN MELALUI KETRAMPILAN KOMUNIK
 20 July 2011  5094

Pustakawan sebagai individu memiliki potensi diri yang dapat dikembangkan secara optimal. Pengembangan diri ini dapat terlaksana...

ANTARA JOGJA DAN KYOTO ANTARA JOGJA DAN KYOTO
 18 April 2012  3433

Tentu saja bukan sekedar mensejajarkan nama dua kota yang berada di dua negara. Bukan juga untuk membanding-bandingkan secara...

Bersiap Menuju Perpustakaan Baru Bersiap Menuju Perpustakaan Baru
 18 April 2012  6986

Saat ini Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi DIY (BPAD) memiliki lokasi layanan yang tersebar di enam lokasi di...

OLEH-OLEH DARI JEPANG BAGIAN KETIGA OLEH-OLEH DARI JEPANG BAGIAN KETIGA
 16 January 2014  1927

OLEH-OLEH DARI JEPANGSuatu pengalaman ketika ditugaskanke Kyoto Jepang selama semingguOleh :AlipSudardjoBAGIAN KETIGA  Kunjungan...