BPAD Yogyakarta

OLEH-OLEH DARI JEPANG BAGIAN KETIGA

 Opini  16 January 2014  Super Administrator  1969
OLEH-OLEH DARI JEPANG BAGIAN KETIGA

OLEH-OLEH DARI JEPANG

Suatu pengalaman ketika ditugaskanke Kyoto Jepang selama seminggu

Oleh :AlipSudardjo

BAGIAN KETIGA

 

 Kunjungan dari kampus ke kampus di Kyoto

Program kunjungan ke Kyoto Jepang adalah tindak lanjut kerjasama Yogya – Kyoto yang telah berjalan lebih kurang 25 (dua puluh lima) tahun, namun selama ini kerjasamanya lebih pada aspek budaya, oleh karena itu Bapak Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta berharap kerjasamanya ditingkatkan ke aspek pendidikan.  Maka sebagai langkah awal mengutus delegasi kampus dibawah koordinasi Kopertis untuk penjajagan kerjasama dengan kampus-kampus di Kyoto Jepang.  Kota Kyoto memang  ada memiripan dengan kota Yogyakarta  pada beberapa hal, seperti budaya, pendidikan dan juga sebagai destinasi wisata.  Kami berkesempatan mengunjungi beberapa kampus dengan berbagai fakultas yang ada kaitannya dengan pengembangan kerjasama di beberapa kampus di Yogyakarta. Sebelumnya kami diterima di kantor gubernur Kyoto sebagai  “kulo nuwun” masuk kota Kyoto, kesan pertama saya ketika menginjakkan kaki di kantor gunernur agak kagum dengan penataan kantor dan taman yang begitu asri. Setelah bus diparkir kami diarahkan masuk ke ruang pertemuan, lebih kagum lagi ketika melalui ruang kerja para karyawan mereka berdiri kemudian member hormat dengan membungkukkan badan, bagai sebuah penghormatan  kepada tamu agung.  Kemudian kami serombongan saling berpandangan penuh arti yang intinya adalah luar bisa orang Jepang menghargai para tamunya, kemudian kami dipersilahkan masuk ke ruang pertemuan dengan sudah disediakan tempat duduk sesuai namanya sekali lagi saya kaget bahwa dudukpun sudah diatur sedemikian rupa rapinya serta di meja tersebut sudah tersaji snack dan minuman.   Kemudian dilanjutkan dengan pertemuan yang dimulai tepat waktu, nampaknya setelah kami mengunjungi beberapa kampus bahwa pertemuan resmi itu terstandar  yaitu dari aspek waktu pertemuan selalu dimulai tepat waktu “on time” suatu ketika kami daing lebih awal di satu kampus tetap disuruh menunggu sampai  waktu yang telah ditentukan, sebelumnya mereka belum mau menemui apalagi membuka acara. Setelah mulai mereka dan kami menempati tempat yang sudah disediakan dan mengucapkan selamat datang lalu dibalas oleh rombongan kami terus dilanjutkan dialog kemudian dilanjutkan saling member cindera mata dan kartu nama. Dalam pertemuan umumnya mereka sangat serius tak ada gurauan, hanya beberapa saja yang mampu berbahasa inggris oleh karena itu beberapa kampus yang kami datangi biasanya menyediakan translatetor untuk menterjemahkan bahasa, sedangkan rombongan kami menggunakan bahasa inggris semua karena mereka para rector yang rata-rata berpendidikan dari luar negeri dan ada satu orang dari rombongan kami yang mampu berbahasa Jepang dengan baik karena pernah mengambil S3 di Jepang, maka mereka difungsikan juga sebagai penterjemah ketika rombongan tidak tahu maksud apa yang diucapkan tuan rumah dengan menggunakan bahasa Jepang.

 image

Demikian suasana pertemuan selalu diagendakan tukar menukar kartu nama kepada semua peserta.

image

Setiap meja dalam suatu pertemuan tentu sudah diatur sedemikian rupa sesuai dengan nama yang tercantum, sehingga kita tidak bisa sembarang duduk di belakang sebagaimana kebiasaan di Indonesia, kemudian merokok dan sebagainya karena disana kunjungan ditanggapi terasa serius.  Gambar di bawah ini menunjukkan meja yang  telah diatur untuk para tamu.

 image

Suasana kampus di seantero Kyoto yang saya temui umumnya nyaman, bersih dan rapi.

Pada satu kesempatan kami mengunjungi kampus yang berfungsi melestarikan budaya Jepang, kampus tersebut mempunyai program studi bahasa dan seni.  Kampus tersebut terletak di lereng perbukitan yang banyak dihuni oleh burung gagak dan menyatu dengan semacam biara, bangunannya sudah berusia ratusan tahun namun masih nampak terawat, asri dan rapi.  Dalam kesempatan tersebut kami dijamu minum teh ala Jepang , ternyata tradisi minum teh memiliki tatacara yang khas dan penuh makna yaitu dengan duduk bersimpuh dan kemudian cangkirnya diputar barulah diminum secara bersama-sama sebagaimana gambar dibawah ini.

 image

Kami juga sempat mengunjungi pusat pelatihan beladiri  di suatu kampus.

 image

 image

 image

Opini Lainnya

Koleksi Online BPAD DIY Tahun 2013 Koleksi Online BPAD DIY Tahun 2013
 8 June 2013  2436

Untuk meningkatkan pelayanan informasi kepada pemustaka, BPAD DIY pada tahun 2013 ini melanggan koleksi digital on-line sebanyak 3...

Birokrasi : Sebagai Cermin Perjalanan Sejarah Yogyakarta Birokrasi : Sebagai Cermin Perjalanan Sejarah Yogyakarta
 20 July 2011  2413

Kata Birokrasi, berkonotasi negatif di mata masyarakat. Hal ini terkait dengan kesan berbelit-belitnya suatu urusan, hingga muncul...

OPINI PERPUSTAKAAN Perpustakaan Sebagai Pintu Gerbang llmu Penge OPINI PERPUSTAKAAN Perpustakaan Sebagai Pintu Gerbang llmu Penge
 20 July 2011  7052

Dunia perpustakaan dewasa ini memegang peranan penting dan strategis untuk mengantar generasi muda Indonesia menuju pintu...

Bersiap Menuju Perpustakaan Baru Bersiap Menuju Perpustakaan Baru
 18 April 2012  7183

Saat ini Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi DIY (BPAD) memiliki lokasi layanan yang tersebar di enam lokasi di...