BPAD Yogyakarta

LAYANAN ARSIP DI ERA KETERBUKAAN

 Kearsipan  21 May 2018  AdminWB  7  21
LAYANAN ARSIP DI ERA KETERBUKAAN

Dalam satu fragmen Film Bourne Identity digambarkan seorang laki-laki yang kehilangan memori (amnesia) karena sebuah kecelakaan. Laki-laki tersebut tidak ingat lagi apapun yang pernah ia alami, bahkan dia lupa identitas dirinya. Dia tidak tahu siapa sebenarnya dirinya, siapakah orang tuanya, dan dari mana asalnya. Hanya ada satu benda yang dia yakini dapat memberi kemungkinan dia terlepas dari ‘kegelapan’ tersebut, sebuah nomor yang ada di bagian dalam salah satu kelengkapan pakaiannya, ikat pinggang yang dikenakannya.

Berbekal nomor tersebut dia pergi ke lembaga arsip di kotanya. Dengan spekulasi yang tinggi dia menyodorkan nomor tersebut kepada petugas arsip. Setelah melalui birokrasi layanan yang jauh dari istilah rumit dan canggih dalam sistem pengamanan, akhirnya tersajilah arsip di hadapannya. Singkat cerita terkuaklah identitas dirinya sebagai Joe melalui personal file yang dia pinjam dari lembaga arsip tersebut.

Barangkali cerita tersebut akan berbeda apabila Joe tinggal dan menjadi warga negara Indonesia. Kemungkinan besar Joe selamanya tidak akan pernah mengetahui identitas dirinya. Jangankan untuk mengakses arsip di lembaga kearsipan, untuk masuk ke lembaga kearsipan pun merupakan hal yang impossible. Persyaratan-persyaratan yang dituntut oleh lembaga arsip akan menjadi ganjalan bagi orang tersebut. Bagaimana mungkin dia bisa masuk lembaga kearsipan di Indonesia saat ini karena kartu identitas selembar pun dia tidak punya. Apalagi untuk mencari surat pengantar atau surat keterangan kelakuan baik!

Gambaran tersebut senantiasa mengusik penulis ketika berbicara masalah layanan arsip. Tidak jarang arsip yang semestinya harus dapat dimanfaatkan bagi kemaslahatan masyarakat akhirnya menjadi jimat atau pusaka yang harus dijaga dengan tingkat ketertutupan yang sangat luar biasa. Hanya orang yang benar-benar memiliki uba rampe yang sesuai dengan karakter Sang Jimat sajalah yang dapat mengaksesnya.

Era keterbukaan menuntut dihilangkannya skat-skat yang menjadikan arsip sebagai sumber informasi yang bersifat sakral. Di sisi lain keselamatan arsip, baik dari segi fisik maupun informasi, merupakan amanat undang-undang yang harus dilaksanakan. Hal inilah yang menjadi jiwa dalam penyusunan pedoman layanan arsip statis.

Download Artikel Pada Format PDF diatas

Kearsipan Lainnya

Penandatanganan Berita Acara Pemusnahan Arsip Pemda DIY Tahun 2016 Penandatanganan Berita Acara Pemusnahan Arsip Pemda DIY Tahun 2016
 21 December 2016  456

Sesuai Undang-undangNomor 43 tahun 2009 serta peraturan pemerintah nomor 28 tahun 2012 mewajibkansetiap istansi pencipta arsip...

Penyusunan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Tentang Kearsipan Penyusunan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Tentang Kearsipan
 13 June 2016  1435

Telah diadakan PenyusunanPeraturan Daerah Kabupaten Sleman tentang Kearsipan. Rusidi. SIP ArsiparisBPAD DIY sebagai narasumber...

Rapat Koordinasi Penyelamatan Arsip  Pasca Perdais Nomor 3 Tahun 2015 Rapat Koordinasi Penyelamatan Arsip Pasca Perdais Nomor 3 Tahun 2015
 24 November 2015  725

Rapat Koordinasi Penyelamatan Arsip Pasca Perdais Nomor 3 Tahun 2015Pascaditetapkannya Peraturan Daerah Istimewa DIY Nomor 3 tahun...

Sejarah Singkat Daerah Istimewa Yogyakarta Sejarah Singkat Daerah Istimewa Yogyakarta
 1 March 2018  160

Daerah Istimewa Yogyakarta atau biasa disingkat dengan DIY adalah salah satu daerah otonom setingkat provinsi yang ada di...