BPAD Yogyakarta

NYONYA SITI MUNJIAH : TOKOH AISYIAH DALAM KONGRES PEREMPUAN INDO

 Artikel Perpustakaan  16 January 2014  Super Administrator  721  2499

Apabila  mengikuti Pergerakan Perempuan Indonesia dalam mencapai Indonesia merdeka, maka kita akan mengenal tokoh perempuan itu bernama Siti Munjiah. Untuk mengetahui siapa Siti Munjiah itu kami sajikan uraian sebagai berikut.

            Siti Munjiah adalah puteri Raden Kaji Lurah Hasyim, seorang abdi dalem  Bidang Keagamaan Kasultanan Yogyakarta pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Anak Raden Kaji Lurah Hasyim semua berjumlah 8 orang. Siti Munjiah adalah anak keenam dari delapan  bersaudara. Saudara kandung Siti Munjiah antara lain K.H. Fakhruddin dan Ki Bagus Hadikusumo..

            Siti Munjiah dibesarkan dalam lingkungan Kampung Kauman Yogyakarta yang dikenal orang sebagai kampung santri, sehingga lingkungan ini memberi pengaruh terbentuknya jiwa dan pribadi anak-anak muda tetrmasuk Siti Munjiah.. Masyarakat Kampung Kauman membiasakan anak-anaknya dari kecil terpimpin dan terbina dalam belajar agama Islam baik di langgar atau di Masjid Besar Yogyakarta.. Kebiasaan sejak kecil dalam  lingkungan muslim ini tampak dengan nyata pada Siti Munjiah yang tampil dalam Kongres Perempuan  Indonesia Pertama mewakili Aisyiyah.

            Lahirnya pembaharuan Islam yang dipelopori oleh Kiai HajiAhmad Dahlan membuka wawsan baru dan memberikan pengetahuan yang lebih luas lagi terhadap generasi muda pada zamannya. Kiai Haji Ahmad Dahlan dengan Organisasi Muhammadiyah telah membawa pembaharuan pemikiran umat Islam yang selama itu masih tabu terhadap pengetahuan berasal dari orang-orang Barat. Kiai Haji Ahmad Dahlan menyiapkan generasi angkatan mudanya, khusunya wanita juga mau mengembangkan pembaharuan pikirannya.. Karena itu Siti Munjiah dharapkan belajar agama di Madrasah Mualimat Muhammadiyah, sedang tiga orang lainnya Siti Umniah ( ibunya Muhammad Darban ), Siti Bariyah dan Siti Badilah diminta Kiai Haji hmad Dahlan untuk masuk kesekolah umum, yaitu HIS sekolah-sekolah Belanda. Dengan memperoleh pengetahuan yang bersifat umum dan  memperdalam ajaran gama Islam, maka apa yang diperoleh secara bersamaan dipindahkan  untuk menggerakkan dan mengembangkan Muhammadiyah khususnya bagian wanitanya.

Artikel Perpustakaan Lainnya

EKSISTENSI SANGGAR TARI KEMBANG SORE PUSAT - YOGYAKARTA EKSISTENSI SANGGAR TARI KEMBANG SORE PUSAT - YOGYAKARTA
 28 December 2013  1605

Pengaruh era globalisasi sangat terasa di berbagai sendi kehidupan bangsa Indonesia, tidak terkecuali di Daerah Istimewa...

Fungsi dan Manfaat Museum Fungsi dan Manfaat Museum
 16 January 2014  3360

Di kota Yugyakarta banyak terdapat Museum, tetapi masih banyak orang yang belum mengerti tentang fungsi, dan manfaat Museum. Untuk...

MUSEUM AFFANDI YOGYAKARTA MUSEUM AFFANDI YOGYAKARTA
 28 December 2013  1078

         Objek wisata budaya yang banyak dikunjungi oleh wisatawan ketika datang di Yogyakarta adalah Museum Affandi....

Kartini : Ibu dan Pendidikan Kartini : Ibu dan Pendidikan
 21 April 2014  1621

Ibu kita kartini puteri sejatiPuteri Indonesia harum namanyaWahai ibu kita Kartini putri yang mulaiSungguh besar cita-citanya bagi...